Televisi-telivisi sekarang sedang BOOMING Kuis-kuisan, ada yang produk lokal dan import. Salah satu kuis yang sangat digemari adalah FAMILY FEUD dari negerinya Bill Clinton. Pada salah satu pertanyaan jajag pendapat 100 responden tentang 'Sikap para pejabat dan politisi agar bertahan dalam karir politik' Hasilnya :
- Malu Punya istri simpanan : 25 responden.
- Malu membohongi rakyat: 20 responden
- Malu menerima uang suap : 20 responden.
- Berani menghantam pimpinan yang salah : 15 responden.
- Berani mengundurkan diri jika salah : 10 responden.
- Mendukung pemberantasan korupsi : 10 responden.
Ketika acara tersebut diadopsi kedalam kuis serupa di negara kita, hasilnya :
- Tambahkan 'Tidak' pada hasil pooling Familiy Feud : 100 responden.
mari bergabung bersama kami Mitra Usaha Pulsa All Operator MULTI VARIANT.. MUDAH, MURAH DAN INSYA ALLAH Cepat..... ^_^
Sabtu, Agustus 28, 2010
Karena Acceptable
Karena gencarnya berita di semua media massa dunia mengenai kebakaran hutan di Indonesia dan dampaknya terhadap lingkungan, maka PBB mengutus seorang pejabatnya untuk meninjau on-the-spot akibat kebakaran hutan tersebut.
Utusan PBB itu kemudian mengunjungi negara-negara Asia Tenggara. Di Malaysia, ia mendengar keluhan banyak penduduk yang sakit karena ASAP TEBAL.
Di Singapura, ada keluhan bahwa frekuensi penerbangan di bandara Changi merosot drastis karena ASAP TEBAL.
Di Brunei, sekolah dan kantor ditutup karena ASAP TEBAL.
Di Thailand, hidupan malam praktis mati karena semua orang memakai masker untuk menghindari ASAP TEBAL.
Sekembalinya di Mabes PBB, dengan dikerumuni ribuan wartawan surat kabar, radio, televisi bahkan paparazzi, pejabat PBB tersebut menyatakan: "Lu semua jangan omong macam-macam, saya sudah meninjau ke semua negara Asia Tenggara, dan semuanya mengatakan ACCEPTABLE!!!"
Utusan PBB itu kemudian mengunjungi negara-negara Asia Tenggara. Di Malaysia, ia mendengar keluhan banyak penduduk yang sakit karena ASAP TEBAL.
Di Singapura, ada keluhan bahwa frekuensi penerbangan di bandara Changi merosot drastis karena ASAP TEBAL.
Di Brunei, sekolah dan kantor ditutup karena ASAP TEBAL.
Di Thailand, hidupan malam praktis mati karena semua orang memakai masker untuk menghindari ASAP TEBAL.
Sekembalinya di Mabes PBB, dengan dikerumuni ribuan wartawan surat kabar, radio, televisi bahkan paparazzi, pejabat PBB tersebut menyatakan: "Lu semua jangan omong macam-macam, saya sudah meninjau ke semua negara Asia Tenggara, dan semuanya mengatakan ACCEPTABLE!!!"
Napi yang menyerahkan diri lagi
Pada suatu hari diberbagai koran memuat berita besar tentang usaha nekad seorang Napi untuk lari dari penjara.
Tapi menjelang malam Napi itu kembali menyerahkan diri.
Ketika ditanyai Wartawan mengapa dia menyerahkan diri,
maka dia menjawab : " Begitu saya menyelinap masuk rumah untuk menjumpai isteri saya, maka yang pertama-tama di katakannya ialah,
"Kau sudah lari sejak sepuluh jam yang lalu. dimana saja kau selama itu?"
Tapi menjelang malam Napi itu kembali menyerahkan diri.
Ketika ditanyai Wartawan mengapa dia menyerahkan diri,
maka dia menjawab : " Begitu saya menyelinap masuk rumah untuk menjumpai isteri saya, maka yang pertama-tama di katakannya ialah,
"Kau sudah lari sejak sepuluh jam yang lalu. dimana saja kau selama itu?"
Nama kucing kamu
Suatu hari Dodo berkunjung ke rumah Marwan temannya, ketika itu dia melihat kucing Marwan.
Dodo bertanya: "Wan, siapa nama kucingmu?"
Marwan: "Namanya Puspita Sari Endah Dwi Setiyarini Pungkiwati."
Dodo: "Haaa... panjang amat namanya, gimana cara manggilnya?"
Marwan: "Singkat saja 'Pus'!"
Dodo bertanya: "Wan, siapa nama kucingmu?"
Marwan: "Namanya Puspita Sari Endah Dwi Setiyarini Pungkiwati."
Dodo: "Haaa... panjang amat namanya, gimana cara manggilnya?"
Marwan: "Singkat saja 'Pus'!"
Selasa, Agustus 24, 2010
Bahasa Inggris yang Baik
Dua orang pemuda masuk di sebuah warung di kawasan objek wisata.
Didalam warung seorang turis sedang makan sang turis tersedak dan minta air "water please" dan si pelayan pun langsung memberikan air.
pemuda 1: "Wah hebat tukang warung itu jago bahasa asing ya?"
pemuda 2: "Gampang dong..dari ucapannya saja diartikan."
pemuda 1: "Pengen kopi tubruk bahasa asing nya gimana? kan kita juga turis"
pemuda 2: (langsung memesan) "Sir minta accident coffe dua.."
pemuda 1: "Hah!?$##!!!%%"
Didalam warung seorang turis sedang makan sang turis tersedak dan minta air "water please" dan si pelayan pun langsung memberikan air.
pemuda 1: "Wah hebat tukang warung itu jago bahasa asing ya?"
pemuda 2: "Gampang dong..dari ucapannya saja diartikan."
pemuda 1: "Pengen kopi tubruk bahasa asing nya gimana? kan kita juga turis"
pemuda 2: (langsung memesan) "Sir minta accident coffe dua.."
pemuda 1: "Hah!?$##!!!%%"
Kecelakaan Naik Taksi
Ketika Jono dan isterinya naik taksi ke gedung pertunjukan untuk suatu acara gladi resik, taksinya tabrakan dengan sebuah mobil. Pintu taksi terbuka dan Jono terlempar keluar. Ia terbaring di aspal dengan kesakitan.
Si supir taksi yang ternyata tidak luka, mendekatinya dan bertanya : "Bisa saya bantu, Pak?"
Jono : "Ya. Matikan Argomu!"
Si supir taksi yang ternyata tidak luka, mendekatinya dan bertanya : "Bisa saya bantu, Pak?"
Jono : "Ya. Matikan Argomu!"
Tidak Masuk karena Kakek Meninggal
"Anton, kenapa kamu kemarin tidak masuk?!!" tegur Bu Guru kepada Anton.
"Kakek saya meninggal, Bu.", jawab si Anton.
"Setiap tidak masuk kamu pasti alasan kakek kamu meninggal melulu ! Memangnya kamu punya berapa kakek sih?"
"Banyak, Bu..."
"Betul, Bu! Karena dulunya nenek saya sering kawin dan cerai..."
"Kakek saya meninggal, Bu.", jawab si Anton.
"Setiap tidak masuk kamu pasti alasan kakek kamu meninggal melulu ! Memangnya kamu punya berapa kakek sih?"
"Banyak, Bu..."
"Betul, Bu! Karena dulunya nenek saya sering kawin dan cerai..."
Pendekar Melawan Tiga Orang Penjahat
Seorang pendekar tampan sedang dikelilingi oleh tiga orang perampok yang siap memangsanya. Pertarungan sengit pun terjadi. Berkat pedang sakti di tangannya, akhirnya ketiga perampok itu tewas seketika bersimbah darah.
"Cut!!!" Teriak seseorang yang membuat sang pendekar terkejut.
"Kamu ini gimana?!! Tak perlu kamu sungguh-sungguh melukai ketiga orang ini! dasar goblok!!. Cepat panggil ambulan!!!" bentak orang itu yang ternyata sang sutradara.
"Cut!!!" Teriak seseorang yang membuat sang pendekar terkejut.
"Kamu ini gimana?!! Tak perlu kamu sungguh-sungguh melukai ketiga orang ini! dasar goblok!!. Cepat panggil ambulan!!!" bentak orang itu yang ternyata sang sutradara.
Lima Pelaut Kecebur ke Laut
Terjadi percakapan antara Nahkoda dengan para bawahannya.
"Lima pelaut kecebur ke laut, tapi hanya satu yang rambutnya basah."
"Kok bisa begitu?", tanya Nahkoda.
"Karena yang empat itu kepalanya botak licin."
"Lima pelaut kecebur ke laut, tapi hanya satu yang rambutnya basah."
"Kok bisa begitu?", tanya Nahkoda.
"Karena yang empat itu kepalanya botak licin."
Sudah Tidak Ada Aligator di Pantai Florida
seorang turis yang mengalami kecelakaan sehingga kapalnya terbalik. Sebenarnya dia bisa berenang, tetapi rasa takutnya pada aligator yang berkeliaran di laut itu membuatnya berpegangan erat pada kapalnya yang terbalik itu.
Dari kejauhan dia melihat seorang pengawas pantai berdiri di tepi pantai. Turis itu berteriak,
"Apakah masih ada aligator yang berkeliaran di laut ini?"
"Tidak!" pengawas itu membalas teriakannya, "Sudah tidak ada aligator selama beberapa tahun terakhir ini!"
Merasa aman, turis itu mulai berenang dengan tenang menuju pantai. Kira-kira baru separo jalan, turis itu bertanya lagi pada si pengawas pantai, "Bagaimana caramu mengusir aligator-aligator itu?"
"Kami tidak melakukan apapun," jawab pengawas itu. "Ikan-ikan hiu yang berkeliaran di sini telah mengusir mereka."
Dari kejauhan dia melihat seorang pengawas pantai berdiri di tepi pantai. Turis itu berteriak,
"Apakah masih ada aligator yang berkeliaran di laut ini?"
"Tidak!" pengawas itu membalas teriakannya, "Sudah tidak ada aligator selama beberapa tahun terakhir ini!"
Merasa aman, turis itu mulai berenang dengan tenang menuju pantai. Kira-kira baru separo jalan, turis itu bertanya lagi pada si pengawas pantai, "Bagaimana caramu mengusir aligator-aligator itu?"
"Kami tidak melakukan apapun," jawab pengawas itu. "Ikan-ikan hiu yang berkeliaran di sini telah mengusir mereka."
Rupiah Menguat
Krisis moneter oleh para pakar disebutkan karena nilai kurs yang berubah-ubah antara rupiah dan dollar.
Suatu hari seorang yang pusing akibat turun naiknya dollar mendengar berita dari temannya.
si A : "Mas sekarang rupiah menguat lhooo!!!"
si B (pengamat dollar) : "Ahhh, masak sich. Kalau gitu gue untung besar donk??"
si A : "Iya, MENGUATirkan alias masih jeblok gituu..."
si B : "Sialan luch."
Suatu hari seorang yang pusing akibat turun naiknya dollar mendengar berita dari temannya.
si A : "Mas sekarang rupiah menguat lhooo!!!"
si B (pengamat dollar) : "Ahhh, masak sich. Kalau gitu gue untung besar donk??"
si A : "Iya, MENGUATirkan alias masih jeblok gituu..."
si B : "Sialan luch."
Selasa, Agustus 17, 2010
Mihape Kuda
Kusir : "Jang, mihape kuda sakeudeung. Amang rek ka cai heula."
Budak : "Ah alim, sieun nyongot."
Kusir : "Moal, da ieu mah kudana oge bageur."
Budak : "Sieun nyepak atuh."
Kusir : "Tara deuih. Kuda bageur."
Budak : "Moal ah, sieun kabur."
Kusir : "Ih, Si Ujang mah. Moal kabur, moal. Ceuk Amang oge, kuda bageur."
Budak : "Ari kitu mah, naha atuh miwarang di tungguan ku abdi?"
Budak : "Ah alim, sieun nyongot."
Kusir : "Moal, da ieu mah kudana oge bageur."
Budak : "Sieun nyepak atuh."
Kusir : "Tara deuih. Kuda bageur."
Budak : "Moal ah, sieun kabur."
Kusir : "Ih, Si Ujang mah. Moal kabur, moal. Ceuk Amang oge, kuda bageur."
Budak : "Ari kitu mah, naha atuh miwarang di tungguan ku abdi?"
Ditilang Bapa Polisi
Waktu eta teh si Bedul" ngangge motor bade ka kota pas di parapatan aya sora nu niup piriwit. Teu disangka nu niup piriwit teh ya eta polisi, si Bedul teuinang mokaha maneh na komplit make helem ieuh.
Langsung be maneh na eren. Terus yampeurkeun eta polisi nu ngaeureun keun manehna
Bedul: "Ku naon pa abi di eureun keun??"
Polisi: "Arek mariksa"
Bedul : "Mariksa naon ?? Da abi mah teu nyandak NARKOBA..
Polisi: "lain eta maksud saya mah"
Bedul: "Atuh naon ? Lain eta mah make di pariksa sagala"
Polisi: "Ari SIM na mana ??"
Bedul: "Oh eta maha bi can gaduh pa!"
Kacaritakeun s Bedul di tilang be ku polisi. Hiji mansa s bedul mawa motor deuio ngaliwat parapatan deui. Si Bedul teu reuwaseun da mokaha maneh na ayeuna mah bogaeun SIM
Langsung maneh na eureun
Bedul: "Aya naon deui pa ??? SIM aya .... motor komplit Naon deui pa?"
Polisi: "maneh teu pakai helem... Kapaksa ku saya maneh di tilang..."
Poe isuk na Si Bedul leumpang alias jalan jalan sorangan. Pas kabeuneuran papanggih jeung polisi nu sok. Biasa nilang maneh na.Celetuk sibedul nanya ka eta polisi
Bedul: "Pa? Ku naon abi teu dipariksa ku bapa? SIM aya helem di angge"
Polisi: "Maneh na teu mawa motorrrrrrrrrrrr na???"
Bedul: "Ohhh euya ya... geuning aing bolohoy!"
Si Bedul ngaleos eraeun bari maneh na neunggeulan sirah sorangan...
Langsung be maneh na eren. Terus yampeurkeun eta polisi nu ngaeureun keun manehna
Bedul: "Ku naon pa abi di eureun keun??"
Polisi: "Arek mariksa"
Bedul : "Mariksa naon ?? Da abi mah teu nyandak NARKOBA..
Polisi: "lain eta maksud saya mah"
Bedul: "Atuh naon ? Lain eta mah make di pariksa sagala"
Polisi: "Ari SIM na mana ??"
Bedul: "Oh eta maha bi can gaduh pa!"
Kacaritakeun s Bedul di tilang be ku polisi. Hiji mansa s bedul mawa motor deuio ngaliwat parapatan deui. Si Bedul teu reuwaseun da mokaha maneh na ayeuna mah bogaeun SIM
Langsung maneh na eureun
Bedul: "Aya naon deui pa ??? SIM aya .... motor komplit Naon deui pa?"
Polisi: "maneh teu pakai helem... Kapaksa ku saya maneh di tilang..."
Poe isuk na Si Bedul leumpang alias jalan jalan sorangan. Pas kabeuneuran papanggih jeung polisi nu sok. Biasa nilang maneh na.Celetuk sibedul nanya ka eta polisi
Bedul: "Pa? Ku naon abi teu dipariksa ku bapa? SIM aya helem di angge"
Polisi: "Maneh na teu mawa motorrrrrrrrrrrr na???"
Bedul: "Ohhh euya ya... geuning aing bolohoy!"
Si Bedul ngaleos eraeun bari maneh na neunggeulan sirah sorangan...
Senin, Agustus 16, 2010
Angkot Jeung Ojeg
Di hiji jalan aya angkot jeung ojeg silih siap.
Duanana katinggali pada-pada napsu hayang nyusul.
Nepi ka hiji pengkolan duanana eureun sakaligus.
Supir angkot kaluar tina mobilna, bari langsung sosorongot ka tukang ojeg,
"Kunaon sia ngudag-ngudag aing?"
"Ari sia, kunaon ngudag-ngudag aing oge?", jawab tukang ojeg.
"Aing mah diudag pulisi", ceuk supir angkot.
"Aing oge," jawab tukang ojeg.
Duanana katinggali pada-pada napsu hayang nyusul.
Nepi ka hiji pengkolan duanana eureun sakaligus.
Supir angkot kaluar tina mobilna, bari langsung sosorongot ka tukang ojeg,
"Kunaon sia ngudag-ngudag aing?"
"Ari sia, kunaon ngudag-ngudag aing oge?", jawab tukang ojeg.
"Aing mah diudag pulisi", ceuk supir angkot.
"Aing oge," jawab tukang ojeg.
Naheuran Pulsa
Satu waktu seorang Bapak yang baru datang dari Toba mengunjungi anaknya yang sudah lama merantau di Bandung. Setelah beberapa hari tinggal di rumah anaknya dia pun bermaksud mengunjungi familinya yang tidak jauh tinggalnya dari tempat kost anaknya di perkampungan yang padat dan harus melewati gang-gang. Dia pun membeli 2 kg mangga sebagai oleh-oleh.
Di perjalananan karena gangnya memang sempit, setiap kali dia melewati orang-orang yang sedang duduk depan rumahnya, si Bapak mengatakan permisi dan disahut mangga. Si Bapak merasa heran, kok mereka tahu ya saya bawa mangga? Lalu diberikannya sebuah mangga kepada orang tersebut, demikian seterusnya setiap kali dia mengatakan permisi dan disahut mangga, dia memberikan sebuah mangga. Sampai akhirnya habislah mangga yang dibelinya tersebut.
Sesampai di rumah kerabatnya, dia pun menceritakan bahwa tadinya dia membawa mangga untuk oleh-oleh, tetapi diperjalanan habis diminta orang-orang. Dia pun menceritakan apa yang dialaminya dan kerabatnya itu pun tertawa terbahak-bahak...
Jang Adang Sada cenah mah manehna teh, sukses gede dina bisnis ngala durian. Unggal panen jaba seubeuh ngahenggoy durian, oge kapecretan rezeki katinggang durian nepi ka 10 juta unggal bulan. Kusabab ngarasa sukses, nya manehna hayangeun boga handphone saperti nu dipibanda ku Neng Dahlia nu geulis.
Manehna meuli HP di segitiga emas, di parapatan lima Cibaduyut, alias jalan Siliwangi. Kieu kira-kira obrolan manehna jenung nu ngajual HP:
Jang Adang (A) : "Kang, aya HP nu kira pas keur kuring, nu saperti dianggo ku Neng Dahlia tea?, mun bisa mah hentu leuwih ti dua juta."
Tukang HP (TH) : "Ohh . aya Jang, type na NOKIA 3260, ngan rada badag pamencetannana, benten saeuting ti nu Neng Dahlia. Keur Ujang mah lah cukup 1,5 juta wae."
A : "Boi... boi wah Si Akang mah. Jeung nomerna sakantenan pang masangkeun."
TH : "Pulsana nu sabaraha Jang, rek nu 25 rebu, 50 rebu Atawa 100 rebu..."
A : "Nu pangmahalna Kang, nu 100 rebu, piraku juragan pulsana ngan saeutik."
TH : "Kitu sae Jang, ngan Ujang di mana linggih?"
A : "Di Cibeulah tutugan gunung gede, lempeng ngaler anu brasna ka Babakan Saat, teras ngidul jol wae ka Cihanaang."
TH : "Wah Jang, jauh atuh kitu mah, jaringan operator encan nepi ka dinya.."
A : "Na ari si Akang, kuring teh juragan beunghar, bisi teu nyaho! Kuring hayang geura ngabel Ka Neng Dahlia, lamun 100 rebu teu cukup, keun ku kuring ditambah jadi 200 rebu asal nepi..."
Di perjalananan karena gangnya memang sempit, setiap kali dia melewati orang-orang yang sedang duduk depan rumahnya, si Bapak mengatakan permisi dan disahut mangga. Si Bapak merasa heran, kok mereka tahu ya saya bawa mangga? Lalu diberikannya sebuah mangga kepada orang tersebut, demikian seterusnya setiap kali dia mengatakan permisi dan disahut mangga, dia memberikan sebuah mangga. Sampai akhirnya habislah mangga yang dibelinya tersebut.
Sesampai di rumah kerabatnya, dia pun menceritakan bahwa tadinya dia membawa mangga untuk oleh-oleh, tetapi diperjalanan habis diminta orang-orang. Dia pun menceritakan apa yang dialaminya dan kerabatnya itu pun tertawa terbahak-bahak...
Jang Adang Sada cenah mah manehna teh, sukses gede dina bisnis ngala durian. Unggal panen jaba seubeuh ngahenggoy durian, oge kapecretan rezeki katinggang durian nepi ka 10 juta unggal bulan. Kusabab ngarasa sukses, nya manehna hayangeun boga handphone saperti nu dipibanda ku Neng Dahlia nu geulis.
Manehna meuli HP di segitiga emas, di parapatan lima Cibaduyut, alias jalan Siliwangi. Kieu kira-kira obrolan manehna jenung nu ngajual HP:
Jang Adang (A) : "Kang, aya HP nu kira pas keur kuring, nu saperti dianggo ku Neng Dahlia tea?, mun bisa mah hentu leuwih ti dua juta."
Tukang HP (TH) : "Ohh . aya Jang, type na NOKIA 3260, ngan rada badag pamencetannana, benten saeuting ti nu Neng Dahlia. Keur Ujang mah lah cukup 1,5 juta wae."
A : "Boi... boi wah Si Akang mah. Jeung nomerna sakantenan pang masangkeun."
TH : "Pulsana nu sabaraha Jang, rek nu 25 rebu, 50 rebu Atawa 100 rebu..."
A : "Nu pangmahalna Kang, nu 100 rebu, piraku juragan pulsana ngan saeutik."
TH : "Kitu sae Jang, ngan Ujang di mana linggih?"
A : "Di Cibeulah tutugan gunung gede, lempeng ngaler anu brasna ka Babakan Saat, teras ngidul jol wae ka Cihanaang."
TH : "Wah Jang, jauh atuh kitu mah, jaringan operator encan nepi ka dinya.."
A : "Na ari si Akang, kuring teh juragan beunghar, bisi teu nyaho! Kuring hayang geura ngabel Ka Neng Dahlia, lamun 100 rebu teu cukup, keun ku kuring ditambah jadi 200 rebu asal nepi..."
Film-Film Hollywood Versi Bahasa Sunda
a. Saving Private Ryan - Nulungan si Rian
b. Enemy At The Gate - Musuh Ngajedog di Pager
c. Die Hard - Teu Paeh-Paeh
d. Die Hard II - Can Paeh Keneh
e. Die Hard III With A Vengeance - Nyaan euy Hese Pisan Paehna
f. Bad Boys - budag bedegong
g. Rocky - Osok Neunggeulan Batur
h. Rain Man - Lalaki Cicing di Bogor
i. Here’s Something About Marry - Ari Ceu Meri Teh Kunaon?
j. Mission Impossible - Moal Bisa
k. Titanic – Tilelep
l. Paycheck - Nganjuk Heula
m. Reign of Fire – Beubeuleuman
n. Original Sin - Tara Ka Mesjid
o. Sleepless In Seattle - Cenghar Di Ciateul
p. Silence of The Lambs - Embe Pundung
q. Ghost - Jurig Kasep
r. Bad Boys - Budak Baong
s. Are We There Yet? - Lila Teuing Nepina Euy?
t. Home Alone – Tinggaleun
u. Casablanca - Mengkol Ti Sudirman
v. Gone In Sixty Seconds - Indit Siah Kaditu!
w. The Awakening - Hudang Sare
x. After The Sunset - Tereh Maghrib
b. Enemy At The Gate - Musuh Ngajedog di Pager
c. Die Hard - Teu Paeh-Paeh
d. Die Hard II - Can Paeh Keneh
e. Die Hard III With A Vengeance - Nyaan euy Hese Pisan Paehna
f. Bad Boys - budag bedegong
g. Rocky - Osok Neunggeulan Batur
h. Rain Man - Lalaki Cicing di Bogor
i. Here’s Something About Marry - Ari Ceu Meri Teh Kunaon?
j. Mission Impossible - Moal Bisa
k. Titanic – Tilelep
l. Paycheck - Nganjuk Heula
m. Reign of Fire – Beubeuleuman
n. Original Sin - Tara Ka Mesjid
o. Sleepless In Seattle - Cenghar Di Ciateul
p. Silence of The Lambs - Embe Pundung
q. Ghost - Jurig Kasep
r. Bad Boys - Budak Baong
s. Are We There Yet? - Lila Teuing Nepina Euy?
t. Home Alone – Tinggaleun
u. Casablanca - Mengkol Ti Sudirman
v. Gone In Sixty Seconds - Indit Siah Kaditu!
w. The Awakening - Hudang Sare
x. After The Sunset - Tereh Maghrib
Anak Anjing
Ibro : "Naha Din lain Anjing teh haram ceuk urang Islam mah..."
Udin : "Ya iya laaah....na kunaon pake nanya kitu..?"
Ibro : "Tapi geuning pak haji jeung bu haji di kampung dewek mah ngaringu anakna, diusapan, dihuapan, komo nu masih leutik keneh mah malah sok sare bareng sagala..."
Udin : "Ah..!!! haji nanahaon nu kitu mah... dosa besar !!"
Ibro : "Maenya..?? kan nu diinguna ge anak pak haji keneh ..wew !!" bari lumpat
Udin : "??!!@#$"
Udin : "Ya iya laaah....na kunaon pake nanya kitu..?"
Ibro : "Tapi geuning pak haji jeung bu haji di kampung dewek mah ngaringu anakna, diusapan, dihuapan, komo nu masih leutik keneh mah malah sok sare bareng sagala..."
Udin : "Ah..!!! haji nanahaon nu kitu mah... dosa besar !!"
Ibro : "Maenya..?? kan nu diinguna ge anak pak haji keneh ..wew !!" bari lumpat
Udin : "??!!@#$"
Basa Bapa-Bapa Balanja Ka Palasar
Basa na Salasa jam dalapan Mang Dadang ngahaja jalan ka pasar Majalaya hayang balanja lalab-lalaban jang sarapan. Barang datang ka pasar nyampak kang Dana mamawa anakna balanja kalapa salapan.
Mang Dadang :"Naha kang balanja kalapa? Kan kang Dana aya tangkalna dalapan?"
Kang Dana :"Ah nya jang babawaan ka bapa mang, bapa saya hayang martabak kalapa mang Dadang balanja lalab? Mana samarana?"
Mang Dadang :"Aya tah laja ... salam."
Kang Dana :"Naha laja salam, mang Dadang tara masak nya? Tah bawa kalapa jang lalab mah."
Mang Dadang :"Nya lah ngajaran dahar lalab aya kalapaan . mangga Kang."
Kang Dana :"Mangga."
Mang Dadang kapaksa mamawa kalapa, padahal kahayangnamah mamawa samangka sakaranjang jang anak-anakna. Kang Dana mapay-mapay jalan satapak, rada hanjakal mamawa kalapana ngan dalapan... TAMAT... dadaaaah
Mang Dadang :"Naha kang balanja kalapa? Kan kang Dana aya tangkalna dalapan?"
Kang Dana :"Ah nya jang babawaan ka bapa mang, bapa saya hayang martabak kalapa mang Dadang balanja lalab? Mana samarana?"
Mang Dadang :"Aya tah laja ... salam."
Kang Dana :"Naha laja salam, mang Dadang tara masak nya? Tah bawa kalapa jang lalab mah."
Mang Dadang :"Nya lah ngajaran dahar lalab aya kalapaan . mangga Kang."
Kang Dana :"Mangga."
Mang Dadang kapaksa mamawa kalapa, padahal kahayangnamah mamawa samangka sakaranjang jang anak-anakna. Kang Dana mapay-mapay jalan satapak, rada hanjakal mamawa kalapana ngan dalapan... TAMAT... dadaaaah
Kamis, Agustus 12, 2010
2 X 2 = 0
Basa dina pelajaran matematika SD,
Guru : "Opat tambah dua sabaraha Nang?"
Unang : "Genep Pa"
Guru : "Alus, ari lima dikurang dua sabaraha Ti?"
Tuti : "Tilu.."
Guru : "Bener... ari dua dikali dua sabaraha Lih?"
Olih (bari luak-lieuk) : "Seep Pa Guru ...."
Guru : "Naha bisa kitu Lih ?"
Olih : "Muhun pami tangkal sampeu dua dikali duanana nya seep we..."
Guru : "??!!"
Guru : "Opat tambah dua sabaraha Nang?"
Unang : "Genep Pa"
Guru : "Alus, ari lima dikurang dua sabaraha Ti?"
Tuti : "Tilu.."
Guru : "Bener... ari dua dikali dua sabaraha Lih?"
Olih (bari luak-lieuk) : "Seep Pa Guru ...."
Guru : "Naha bisa kitu Lih ?"
Olih : "Muhun pami tangkal sampeu dua dikali duanana nya seep we..."
Guru : "??!!"
Nuntut Elmu
Hiji poe Bu Mirna guru SD kelas lima keur nerangkeun hal kawajiban nuntut elmu. Sanggeus nerangkeun tuluy Bu Mirna nanya ka barudak kelas lima.
Bu Mirna, "Barudak, ari nuntut elmu teh kawajiban saha? Naha kawajiban Ibu atawa maneh?"
Barudak, "Maneeehh......!" Ceuk barudak saur manuk.
Bu Mirna baeud.
Bu Mirna, "Barudak, ari nuntut elmu teh kawajiban saha? Naha kawajiban Ibu atawa maneh?"
Barudak, "Maneeehh......!" Ceuk barudak saur manuk.
Bu Mirna baeud.
Tukang Obat - Nyeri Sirah
Sebut wae ngarana Mang Ihin, tukang obat keliling, nu sok mangkal di hareupeun kantor pos. Jam dalapan manehna geus ngampar, manehna teh spesialisasina kana obat nyeri sirah tradisional, bari terus gogorowokan sangkan nu liwat katarik ku obat nyeri sirah "made in" manehna.
Mang Ihin terus noroweco, "Bapa-bapa, ibu-ibu, sareng saderek sadaya, mangga cobian ieu obat, dupi obat nu didagangkeun ku sim kuring taya lian ti obat nyeri sirah, obat nu cespleng.
Upami Bapa atawa ibu katerap panyawat nyeri sirah, cobian nuang ieu obat, moal samenit-menit acan eta panyawat nyeri sirah bakal ical, ieu memang terbukti obat nyeri sirah paling cespleng," cek Mang Ihin teu siriknya nepi ka gogorowokan, ampir-ampiran beakeun sora.
Tapi saurang oge teu aya nu mirosea, nu liwat ukur ngareret wungkul. Malah nu liwat kalah katarik ku atraksi tukang obat kulit nu maenkeun oray kobra.
Geus leuwih ti tilu jam meureun Mang Ihin gogorowokan teh. Geus kasawang ku manehna moal aya jalma nu ngabandungan omongan manehna, Mang Ihin terus meresan daganganana. Memeh balik, manehna nyampeurkeun tukang dagang nu ngadon dagang di jero kios sisi jalan.
"Peryogi naon Mang?", Ceuk nu dagang tina jero kios.
Mang Ihin, "Cik Jang, sugan aya procold, meser dua mah. Puguh rada nyeri sirah Emang teh, dagang ti isuk teu aya nu ngareret-reret acan" Ceuk Mang Ihin bari ngasongkeun duit lima rebuan salambar.
Mang Ihin terus noroweco, "Bapa-bapa, ibu-ibu, sareng saderek sadaya, mangga cobian ieu obat, dupi obat nu didagangkeun ku sim kuring taya lian ti obat nyeri sirah, obat nu cespleng.
Upami Bapa atawa ibu katerap panyawat nyeri sirah, cobian nuang ieu obat, moal samenit-menit acan eta panyawat nyeri sirah bakal ical, ieu memang terbukti obat nyeri sirah paling cespleng," cek Mang Ihin teu siriknya nepi ka gogorowokan, ampir-ampiran beakeun sora.
Tapi saurang oge teu aya nu mirosea, nu liwat ukur ngareret wungkul. Malah nu liwat kalah katarik ku atraksi tukang obat kulit nu maenkeun oray kobra.
Geus leuwih ti tilu jam meureun Mang Ihin gogorowokan teh. Geus kasawang ku manehna moal aya jalma nu ngabandungan omongan manehna, Mang Ihin terus meresan daganganana. Memeh balik, manehna nyampeurkeun tukang dagang nu ngadon dagang di jero kios sisi jalan.
"Peryogi naon Mang?", Ceuk nu dagang tina jero kios.
Mang Ihin, "Cik Jang, sugan aya procold, meser dua mah. Puguh rada nyeri sirah Emang teh, dagang ti isuk teu aya nu ngareret-reret acan" Ceuk Mang Ihin bari ngasongkeun duit lima rebuan salambar.
Poe Jumaah
Isak : "Rus, ari ayeuna poe naon?"
Rusdi : "Poe Kemis"
Isak : "Ari isukan"?
Rusdi : "Poe Jumaah"
Isak : "Ari geus Jumaah?"
Rusdi : "Nya balik atuh Sak, piraku cicing wae di mesjid".
Isak : "Pinter geuning Rusdi mah."
(Rusdi jeung Isak tingserengeh, dibaturan ku nu maca)
Rusdi : "Poe Kemis"
Isak : "Ari isukan"?
Rusdi : "Poe Jumaah"
Isak : "Ari geus Jumaah?"
Rusdi : "Nya balik atuh Sak, piraku cicing wae di mesjid".
Isak : "Pinter geuning Rusdi mah."
(Rusdi jeung Isak tingserengeh, dibaturan ku nu maca)
Rabu, Agustus 11, 2010
TKI di Arab Saudi
kacaritakeun dihiji lembur aya hiji pamuda nu kakara balik jadi TKI di arab saudi, kabejakeun si eta pamuda teh mawa babawaan loba pisan keur oleh-oleh jang pamajikana dilembur, tayohna mah eta beja teh kadengeeun ku bangsat anu geus biasa ngaranjah eta lembur, panjang carita eta bangsat teh geus siap-siap erek ngajorag imah TKI tea engke peuting.
kacaritakeun eta bangsat teh geus ngadakom dina kenteng nunguan nu boga imah sare, sanggeus lila di tungguan nu boga imah teh can sare wae kadon hayeuh ngobrol terus sosonoan dapuguh geus lila tea teu panggih.
sibangsat geus teu kuat cangkeuleun nungguan bari ngadedengekeun nuboga imah, bari pok salakina ngomong ka pajikan na salakina: euh nyi meni liket asa ketan kieu. ceuk salakina...
pamajikan na seuri bari ngarangul... ngadenge kitu sibangsat anu geus lila nungguan beuki keuheul wae atuh, jrut manehna turun tina suhunan bari pok ngomong "oncoman we sakalian ajig....bari dirigdig lumpat si bangsat teh. teu kosi lila eta bangsat teh balik deui bari " jedak...najong bilik manehna ngomong deui dasar ulen siah... dirigdig deui we eta sibangsat teh lumpat
kacaritakeun eta bangsat teh geus ngadakom dina kenteng nunguan nu boga imah sare, sanggeus lila di tungguan nu boga imah teh can sare wae kadon hayeuh ngobrol terus sosonoan dapuguh geus lila tea teu panggih.
sibangsat geus teu kuat cangkeuleun nungguan bari ngadedengekeun nuboga imah, bari pok salakina ngomong ka pajikan na salakina: euh nyi meni liket asa ketan kieu. ceuk salakina...
pamajikan na seuri bari ngarangul... ngadenge kitu sibangsat anu geus lila nungguan beuki keuheul wae atuh, jrut manehna turun tina suhunan bari pok ngomong "oncoman we sakalian ajig....bari dirigdig lumpat si bangsat teh. teu kosi lila eta bangsat teh balik deui bari " jedak...najong bilik manehna ngomong deui dasar ulen siah... dirigdig deui we eta sibangsat teh lumpat
Kodok Bangkong
Mang Juned poe eta kadatangan tamu dulurna pak Kosim ti Jakarta, kabeneran manehna jeung pak Kosim boga budak saumuran kira-kira 5 taunan.
basa mang Juned keur ngobrol jeung pak Kosim di teras imah, anakna keur uplek maen koleci jeung anak pak Kosim. Keur anteng maen koleci, ujug-ujug gejlo weh aya bangkong luncat ka deukeut barudak nu keur maen koleci, atuh barudak teh rareuwaseun.
Anak mang Juned: "Ih, awas aya bangkong, aya bangkong"
Anak pak Kosim : "Idih, ada kodok, ada kodok"
Anak mang Juned: "Yeeh, tong di kodok, geuleuh"
Atuh mang Juned jeung pak Kosim nu ngadengekeun sing cakakak
basa mang Juned keur ngobrol jeung pak Kosim di teras imah, anakna keur uplek maen koleci jeung anak pak Kosim. Keur anteng maen koleci, ujug-ujug gejlo weh aya bangkong luncat ka deukeut barudak nu keur maen koleci, atuh barudak teh rareuwaseun.
Anak mang Juned: "Ih, awas aya bangkong, aya bangkong"
Anak pak Kosim : "Idih, ada kodok, ada kodok"
Anak mang Juned: "Yeeh, tong di kodok, geuleuh"
Atuh mang Juned jeung pak Kosim nu ngadengekeun sing cakakak
Terjun Make Payung
Kacaritakeun Solihin budak anu butut boga babaturan ngarana Ii nu kasep jeung Ginda nu super cool. Di hiji waktu barudak nu tilu eta ulin ka tempat latihan TNI angkatan udara terjun payung.
Ii : "heh ihin, abi rek nanya ka maneh. Majar maneh teh pinter lin?"
Solihin : "rek nanya naon maneh? Naon wae pertanyaannana pasti ku kuring mah ka jawab." ( sabari masang wajah anu balaga. Padahal mani geuleuh gaya na teh)
Ginda : "bener hin maenya the master teu bisa ngajawab" (bari semu ngaledek)
Solihin : "heueuh bener"
Ii : "kieu hin, urang rek nanya. Mana nu bener ? "terjun payung teh terjun make payung" atawa "terjun payung teh terjun make parasut" "sok jawab mana nu bener. Kapanan maneh teh pinter"
Ginda : "sok hin jawab. Ulah lobah mikir"
Solihin : "gampang atuh eta mah. Nya nu bener mah atuh terjun payung teh terjun make payung. Kumaha bener teu?”
Ii + ginda: "wah ihin, maneh bener pisan. Bener bener bener goblok gebloh teu katulungan matak ge sakola meh rada ngarti seutikmah"(sabari seuri cacarawakan)
Solihin : "naha uing salah kitu"(sabari mikir)
Ginda : "geus ayeuanamah, supaya maneh yakin mana jawaban nu bener. Ayeuna urang terjun payung. Maneh terjunna make payung. Urang jeung si ii make parasut"
Solihin : "hayu. Ke keheula lamun urang terjun tina kapal atuh meureun koid”"
Ii + ginda: "pikiran we olangan. Da moal nyaho ari can di ajaran mah"
Solihin : "?@#??!%%!#~`"
Ii : "heh ihin, abi rek nanya ka maneh. Majar maneh teh pinter lin?"
Solihin : "rek nanya naon maneh? Naon wae pertanyaannana pasti ku kuring mah ka jawab." ( sabari masang wajah anu balaga. Padahal mani geuleuh gaya na teh)
Ginda : "bener hin maenya the master teu bisa ngajawab" (bari semu ngaledek)
Solihin : "heueuh bener"
Ii : "kieu hin, urang rek nanya. Mana nu bener ? "terjun payung teh terjun make payung" atawa "terjun payung teh terjun make parasut" "sok jawab mana nu bener. Kapanan maneh teh pinter"
Ginda : "sok hin jawab. Ulah lobah mikir"
Solihin : "gampang atuh eta mah. Nya nu bener mah atuh terjun payung teh terjun make payung. Kumaha bener teu?”
Ii + ginda: "wah ihin, maneh bener pisan. Bener bener bener goblok gebloh teu katulungan matak ge sakola meh rada ngarti seutikmah"(sabari seuri cacarawakan)
Solihin : "naha uing salah kitu"(sabari mikir)
Ginda : "geus ayeuanamah, supaya maneh yakin mana jawaban nu bener. Ayeuna urang terjun payung. Maneh terjunna make payung. Urang jeung si ii make parasut"
Solihin : "hayu. Ke keheula lamun urang terjun tina kapal atuh meureun koid”"
Ii + ginda: "pikiran we olangan. Da moal nyaho ari can di ajaran mah"
Solihin : "?@#??!%%!#~`"
Ngawulang Di SD
Aya saurang ibu-ibu tumpak angkot, tina dandanana mah siga guru SD eta teh, diuk na angkot di hareup gigireun supir. Bari ngadagoan angkotna pinuh, supir tuluy nanya ka ibu-ibu eta.
Supir : "Dupi ibu ngawulang di SD?"
Bu Guru : "Muhun"
Supir : "Ngawulang Seni...?"
Bu Guru : "Sanes"
Supir : "Agami...?"
Bu Guru : "Sanes..."
Supir : "Ngawulang naon atuh..?"
Bu Guru : "Ngawulang Bahasi....!"
Supir : "Ooo...hh..!" Ceuk supir bari nincak gas.
Supir : "Dupi ibu ngawulang di SD?"
Bu Guru : "Muhun"
Supir : "Ngawulang Seni...?"
Bu Guru : "Sanes"
Supir : "Agami...?"
Bu Guru : "Sanes..."
Supir : "Ngawulang naon atuh..?"
Bu Guru : "Ngawulang Bahasi....!"
Supir : "Ooo...hh..!" Ceuk supir bari nincak gas.
Budak Boloho
Si Encep budak kelas opat SD keur gundem catur jeung bapana.
Encep : "Pa, Encep enjing bade ulangan Matematika. Pami Encep kenging peunteun 10, bapa bade masihan naon ka Encep?"
Bapa : "Bapa bade masihan duit saratus rebu..!"
Encep : "Alim ah saratus rebu mah, sarebu wae nya, Pa?"
Bapa : "Naha, Cep?"
Encep : "Saratus rebu mah cape ngetangna.."
Encep : "Pa, Encep enjing bade ulangan Matematika. Pami Encep kenging peunteun 10, bapa bade masihan naon ka Encep?"
Bapa : "Bapa bade masihan duit saratus rebu..!"
Encep : "Alim ah saratus rebu mah, sarebu wae nya, Pa?"
Bapa : "Naha, Cep?"
Encep : "Saratus rebu mah cape ngetangna.."
Langganan:
Postingan (Atom)